Berita Terkini :
Memuat...

Top News

Lirik Lagu Mars Partai Kebangkitan Bangsa PKB 2014

16.11

Lirik Lagu Mars Partai Kebangkitan Bangsa PKB 2014 Sahabat Voters, pada kesempatan kali ini Pemilihan info akan share artikel mengenai Lirik Lagu Mars Partai Kebangkitan Bangsa PKB lengkap dengan Videonya, Simaklah Liriknya sebagai Berikut:
Mars Partai Kebangkitan Bangsa PKB
Partai Kebangkitan Bangsa
Bersatu tekad dan daya
Kita maju tak gentar
Membela yang benar
Menjunjung tinggi harkat manusia
Mewujudkan keadilan untuk negara jaya
Kita bahu-membahu, bersatu-padu
Tegak terus sepanjang masa
Reff.:
Mari kita bangkit tegar
Maju tak gentar, membela yang benar
Rapatkan barisan bersama PKB
Partai Kebangkitan Bangsa!
Partai Kebangkitan Bangsa
Mendukung rakyat sentosa
Mari bangun bergerak dengan tulus ikhlas
Tegakkan hak asasi manusia
Budayakan kejujuran
Menuju kemenangan
Dengan budi yang luhur cinta sesama
Nyatakan terus persaudaraan!
Reff. (2x):
Mari kita bangkit tegar
Maju tak gentar, membela yang benar
Rapatkan barisan bersama PKB
Partai Kebangkitan Bangsa!
Video Mars PKB 2014

Mars Partai Politik Peserta Pemilu 2014

16.07

Mars Partai Politik Peserta Pemilu 2014 Sahabat Voters, pada kesempatan kali ini Pemilihan info akan share artikel mengenai Kumpulan Lagu Mars Parpol Peserta pemilu Tahun 2014. Yup Lagu merupakan alat ampuh untuk mengenalkan Partai kepada pemilih, makanya setiap partai politik punya lagu khas masing-masing yang dikenal dengan Mars Partai. Berikut ini Kumpulan Lagu Mars Parpol Peserta pemilu, simaklah.
  1. NasDem Partai Nasional Demokrat Klik Disini
  2. PKB Partai Kebangkitan Bangsa Klik Disini
  3. PKS Partai Keadilan Sejahtera Klik Disini
  4. PDIP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Klik Disini
  5. Golkar Partai Golongan Karya Klik Disini
  6. Gerindra Partai Gerakan Indonesia Raya Klik Disini
  7. Demokrat Partai Demokrat Klik Disini
  8. PAN Partai Amanat Nasional Klik Disini
  9. PPP Partai Persatuan Pembangunan Klik Disini
  10. Hanura Partai Hati Nurani Rakyat Klik Disini
  11. PDA Partai Damai Aceh
  12. PNA Partai Nasional Aceh
  13. PA Partai Aceh
  14. PBB Partai Bulan Bintang Klik Disini
  15. PKPI Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Klik Disini
Demikianlah artikel mengenai Kumpulan Mars Resmi Parpol Peserta Pemilu 2014, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[pi]

Pemilu Legislatif 2009

16.02

Pemilu Legislatif 2009 Sahabat Voters, sekedar flashback ke tahun 2009 dimana diadakan pemilihan umum pertama di era Reformasi. Pemilu 2009 merupakan pemilu ke-3 sejak masa Reformasi (sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2004, dan pada tahun 1999. Pemilihan umum 2009 lalu di ikuti oleh 44 partai politik dan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2009.
Hasil Pemilu Legislatif 2009
Hasil akhir, jumlah suara total 104.099.785 . Berikut adalah hasil keseluruhan perolehan suara 44 partai politik berdasarkan nomor urut, nama partai, perolehan suara dan persentase suara :

1. Partai Hanura 3.922.870 (3,77)
2. PKPB 1.461.182 (1,40)
3. PPPI 745.625 (0,72)
4. PPRN 1.260.794 (1,21)
5. Gerindra 4.646.406 (4,46)
6. Barnas 761.086 (0,73)
7. PKPI 934.892 (0,90)
8. PKS 8.206.955 (7,88)
9. PAN 6.254.580 (6,01)
10. PPIB (0,19)
11. Partai Kedaulatan 437.121 (0,42)
12. PPD 550.581 (0,53)
13. PKB 5.146.122 (4,94)
14. PPI 414.043 (0,40)
15. PNI Marhaenisme 316.752 (0,30)
16. PDP 896.660 (0,86)
17. Pakar Pangan 351.440 (0,34)
18. PMB 414.750 (0,40)
19. PPDI 139.554 (0,13)
20. PDK 669.417 (0,64)
21. Republika-N 630.780 (0,64)
22. Partai Pelopor 341.914 (0,33)
23. Golkar 15.037.757 (14,45)
24. PPP 5.533.214 (5,32)
25. PDS 1.541.592 (1,48)
26: PNBK 468.696 (0,45)
27. PBB 1.864.752 (1,79)
28. PDI-P 14.600.091 (14,03)
29. PBR 1.264.333 (1,21)
30. Partai Patriot 547.351 (0,53)
31. Demokrat 21.703.137 (20,85)
32. PDKI 252.293 (0,31)
33. PIS 320.665 (0,31)
34. PKNU 1.327.593 (1,43)
41. Partai Merdeka 111.623 (0,11)
42. PPNUI 146.779 (0,14)
43. PSI 140.551 (0,14)
44. Partai Buruh 266.203 (0,25).
Penetapan hasil Pemilu secara nasional, baik untuk Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilakukan oleh KPU pada tanggal 9 Mei 2009. Penetapan hasil Pemilu secara nasional meliputi perolehan suara 38 parpol untuk Pemilu Anggota DPR termasuk 6 parpol lokal di Provinsi NAD untuk Pemilu Anggota DPRD serta perolehan masing-masing calon yang diajukan oleh 38 parpol untuk Pemilu Anggota DPR.
Perolehan suara dari seluruh parpol (38 parpol) untuk Pemilu Anggota DPR di 77 daerah pemilihan sebanyak 104.048.118 suara sah. Dari 38 Parpol yang memenuhi ambang batas perolehan suara sebanyak 2.601.203 untuk dapat diikutsertakan dalam pembagian 560 kursi DPR, sebanyak 9 parpol yaitu Partai Hanura, Partai Gerindra, PKS, PAN, PKB, Partai Golkar, PPP, PDIP, dan Partai Demokrat.
Penetapan hasil Pemilu secara nasional untuk anggota DPD meliputi perolehan suara dan peringkat suara masing-masing calon untuk tiap daerah pemilihan/provinsi yang telah ditetapkan oleh KPU berdasarkan Keputusan KPU Nomor 255/Kpts/KPU/Tahun 2009. Sebelum KPU melakukan penetapan hasil Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD secara nasional maka terlebih dahulu KPU melakukan tabulasi nasional pemilu (TNP) secara elekronik yang ditayangkan di Hotel Borobudur dari tanggal 7 – 21 Mei 2009. Setelah berlangsung dua minggu akhirnya KPU menutup tabulasi nasional pemilu.
Rekapitulasi penghitungan suara dilaksanakan secara terbuka, namun tidak semua pihak dapat memasuki ruang rapat pleno rekapitulasi dilaksanakan. Hanya anggota KPU, anggota KPU Provinsi, saksi, pengawas Pemilu yang diizinkan masuk ruang rekapitulasi. Komisi Pemilihan Umum tanggal 24 Me 2009, menetapkan anggota DPR dan DPD terpilih hasil Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD 2009. KPU menetapkan 560 anggota DPR-RI dari 9 Parpol yang lolos ”parliamentary treshold” dan 132 anggota DPD terpilih dari 33 Provinsi seluruh Indonesia. Penetapan anggota DPR dan DPD terpilih itu dibacakan langsung oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary AZ dan dihadiri saksi dari 9 Parpol dan anggota KPU dari 33 Provinsi. Menurut Hafiz Anshary, selain penetapan anggota DPR, KPU juga menjelaskan mekanisme penetapan sisa kursi dan sisa suara yang ditarik ke provinsi. Mengenai calon terpilih dari sisa kursi dan sisa suara di tingkat provinsi telah dibahas oleh KPU dengan masing-masing saksi Parpol dalam rapat tertutup tanggal 23 Mei 2009. Dalam UU Nomor 10 Tahun 2008 kewajiban KPU hanya menetapkan perolehan suara nasional. Namun mengingat sehari kemudian pendaftaran pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden telah dibuka, KPU akhirnya menetapkan pula perolehan kursi pada 9 Juni 2009, sebab syarat dukungan untuk pengajuan pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagaimana diatur dalam UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah perolehan kursi 20 persen atau perolehan suara 25 persen.
Pemenang Pemilu 2009
Pemilu 2009 menghasilkan 3 besar parpol peserta pemilu dengan rincian sebagai berikut:
  • Partai Demokrat di urutan pertama dengan perolehan suara 21.703.137 suara atau dengan persentase 20,85% dengan perolehan kursi DPR 150 kursi.
  • Partai Golkar di urutan kedua dengan perolehan suara 15.037.757 suara atau dengan persentase 14,45% dengan perolehan kursi DPR 107 kursi.
  • PDI Perjuangan di urutan ketiga dengan perolehan suara 14.600.091 suara atau dengan persentase 14,03% dengan perolehan skursi DPR 95 kursi.[pi]

Lirik Lagu Mars PDI Perjuangan

16.02

Lirik Lagu Mars PDI Perjuangan 2014 Sahahabat Voters, pada kesempatan kali ini Pemilihan info akan share artikel mengenai Lirik Lagu Mars Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDI Perjuangan lengkap dengan Videonya, Simaklah Liriknya sebagai Berikut:
Lirik Mars PDI Perjungan
Atas kasih dan kehendak yg maha pencipta
kita telah sepakat bersatu
bersatu dalam satu rampak barisan
menentang kemiskinan
Atas rahmat dan bimbingna yang maha kuasa
kita bertekad berjuangan
berjuang untuk satu tujuan mulia
mencapai Indonesia sentosa
Bersama PDI Perjuangan
Bersama PDI Perjuangan
Wadah kedaulatan rakyat Indonesia
Atas berkat dan kemurahan yang maha esa
PDI Perjuangan Jaya
Videonya:


Profil Partai Peserta Pemilu 2014

15.58

Profil Partai Peserta pemilu 2014 Sahabat Voters Pada Kesempatan kali ini Pemilihan Info akan berbagi artikel mengenai Profil lengkap partai Politik parpol Peserta pemilu tahun 2014, yup pemilihan Umum akan digelar tahun 2014, pemilihan Anggota DPRD II, Pemilihan anggota DPRD I, Pemilihan DPR RI Pusat dan pemilihan anggota DPD akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014. Sedangkan pemilihan Presiden dan wakil Presiden Akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014.
Berikut ini Profil Partai Politik Peserta Pemilu tahun 2014.
Nasdem [1]
  • Ketua : Surya Paloh
  • Sekjen : Patrice Rio Capella
  • Bendahara : Frankie Turtan
  • Alamat Kantor DPP : Jl. RP. Soeroso No. 44, Gondangdia Lama, Jakarta 10350 Telp  : 021‐3929801  Fax  : 021‐ 31927288
PKB [2]
  • Ketua : H. A. Muhaimin Iskandar
  • Sekjen : H. Imam Nahrawi
  • Bendahara : H. Bachrudin Nasori
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Raden Saleh No. 9, Jakarta Pusat 10430 Telp : 021- 3145328 Fax : 021- 3145329 Email :  dpp@pkb.or.id Website :  www.dpp.pkb.or.id.
PKS [3]
  • Ketua : Muhammad Anis Matta
  • Sekjen : Muhamad Taufik Ridlo
  • Bendahara : Mahfudz Abdurrahman
  • Alamat Kantor DPP : Jl. TB. Simatupang Nomor 82, Pasar Minggu, Jakarta 21520 Telp : 021- 78842116 Fax : 021- 78846456 E-mail : setjen.dpp@pks.or.id.
PDIP [4]
  • Ketua : Megawati Soekarnoputri
  • Sekjen : Tjahjo Kumolo
  • Bendahara : Olly Dondokambey
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Lenteng Agung No. 99 Jakarta Selatan 12610 Telp : 021- 7806028, 021- 7806032 Fax : 021- 7814472
GOLKAR [5]
  • Ketua : H. Aburizal Bakrie
  • Sekjen : Idrus Marham
  • Bendahara : Drs. Setya Novanto
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Anggrek Nelly Murni, Jakarta 11480 Telp : 021- 5302222 Fax : 021- 5303380 Website :  www.partai-golkar.or.id
  • Ketua : Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc.
  • Sekjen : H. Ahmad Muzani, S. Sos
  • Bendahara : Thomas A. Muliatna Djiwandono, MA
  • Alamat Kantor DPP : Jalan Harsono RM No. 54 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12550 Telp : 021- 7892377 021- 7801396 Fax : 021- 7819712

  • Ketua : Dr. Susilo Bambang Yudhoyono
  • Sekjen : Edhie Baskoro Yudhoyono, M. Sc
  • Bendahara : Handoyo Mulyadi
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Kramat Raya No. 146, Jakarta Pusat Jakarta 10450 Telp : 021- 31907999 Fax : 021- 31908999
PAN [8]
  • Ketua : M. Hatta Rajasa
  • Sekjen : Taufik Kurniawan
  • Bendahara : Jon Erizal
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Warung Buncit Raya No. 17 Jakarta Selatan Telp : 021- 7975588 Fax : 021- 7975632
PPP [9]
  • Ketua : Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.
  • Sekjen : Ir. H. M. Romahurmuziy, MT
  • Bendahara : Drs. H. Mahmud Yunus
  • Alamat Kantor DPP : Jalan Diponegoro No. 60, Jakarta 10310 Telp : 021- 31926164 021- 31936338 Fax : 021- 3142558
HANURA [10]
  • Ketua : H. Wiranto
  • Sekjen : Dossy Iskandar Prasetyo
  • Bendahara : Bambang Sudjagad
  • Alamat Kantor DPP : Jalan Imam Bonjol No. 4, Menteng, Jakarta Pusat, 100330 Telp : 021- 3100169 Fax : 021- 3100174
PDA [11]
  • Ketua : Tgk.Muhibbussabri.A.Wahab
  • Sekjen : Khaidir Rizal Jamal, S.Pd.
  • Bendahara : M.Tahir.S.Sos
  • Alamat Kantor DPP : Jln.Tgk. Imum Lhueng Bata No.36 Banda Aceh

PNA [12]
  • Ketua : Irwansyah (Tgk Muchsalmina)
  • Sekjen : Muharram Idris
  • Bendahara : Lukman Age
  • Alamat Kantor DPP : Jl. T. Iskandar No. 174 Lam Glumpang, Ulee Kareng Banda Aceh Telp : (0651) 28282
PA [13]
  • Ketua : Muzakir Manaf
  • Sekjen : Mukhlis Basyah
  • Bendahara : Hasanuddin Sabon
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Soekarno Hatta Nomor 5,6,7 Simpang Dodik Emperum Jaya Baru, Banda Aceh Telp : 0651 - 40750 Email : dpa_partaiaceh@yahoo.com Website : www.partaiaceh.com
PBB [14]
  • Ketua : Dr. H. MS. Kaban, SE, M.Si
  • Sekjen : B.M. Wibowo, SE, MM
  • Bendahara : Sarinandhe Djibran, SH
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18 No. 1B, Jakarta Selatan Telp : 021- 79180734 Fax : 021- 79180765
PKPI [15]
  • Ketua: Letjen (TNI) Purn. Dr. H. Sutiyoso, SH
  • Sekretaris:  Lukman F. Mokoginta
  • Bendahara: Linda Setiawati
  • Alamat: Jl. Pangeran Antasari No. 68 Cipete jakarta 12150

Parpol Koalisi Jokowi - Jusuf Kalla Untuk Indonesia Hebat

15.56

Parpol Koalisi Jokowi - JK Sahabat Voters, pada kesempatan kali ini Pemilihan Info akan berbagi artikel mengenai Partai Politik Yang sampai saat ini Telah menyatakatan dukungannya kepada Joko Widodo sebagai capres 2014 – 2019. Seperti kita ketahui Joko Widodo atau lebih familiar disebut Jokowi adalah Calon Presiden dari Parpol PDI Perjuangan.
Pendaftarn Calon Presiden Republik Indonesia 2014 akan segera di buka oleh KPU, parpol peserta pemilu 2014 kini sibuk membangun koalisi untuk menentukan siapa calon Presiden dan calon wakil Presiden dukungan mereka.
Di pihak Jokowi, berikut ini Parpol yang telah mendukung atau menjadi koalisi Calon Presiden Jokowi:Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/PDI Perjuangan(Partai Pengusung); Partai Nasional Demokrat / Nasdem (Partai Koalisi), Partai Kebangkitan Bangsa/PKB (Partai Koalisi).
Peta di Pemilu Legislatif

PDIP
  • Perolehan suara: 23.681.471 (18,95%)
  • Peringkat: 1
  • Jumlah Kursi DPR RI: 109 Kursi
Nasdem
  • Perolehan suara: 8.402.812 (6,72%)
  • Peringkat: 8
  • Jumlah Kursi: 35 Kursi
PKB
  • Perolehan Suara: 11.298.957 (9,04%)
  • Peringkat: 5
  • Jumlah Kursi: 47 Kursi
Hanura
  • Perolehan Suara: 6.579.498 (5,26%)
  • Peringkat: 10
  • Jumlah Kursi DPR: 16 Kursi

Perolehan Kursi DPR RI 2014 – 2019

15.56

Perolehan Kursi DPR RI 2014 – 2019 Sahabat Voters, Pemilihan Legislatif telah dilaksanakan, Hasil resmi telah dilansir KPU. Seperti diketahui, pada pemilihan 2014 ini, diikuti oleh 15 Parpol peserta pemilu (12 Parpol nasional dan 3 parpol local Aceh). Untuk parpol local aceh tidak mempunyai Caleg DPR RI.
Dari hasil Pemilu legislatif. diketahui hanya 10 parpol nasional yang bisa lolos PT, dan bisa mendudukkan wakil nya di DPR RI, dua parpol yang tidak lolos PT, yakni PBB dan PKPI tidak berhak mendudukkan calegnya pada formula anggota DPR RI di senayan Jakarta.

Dari 12 parpol peserta Pemilu Legislatif 2014, hanya 10 partai di tingkat nasional yang lolos ambang batas untuk mendapatkan kursi DPR RI periode 2014-2019. Sepuluh parpol yang lolos adalah, NasDem dengan 8.402.812 suara, PKB 11.298.957 suara, PKS 8.480.204 suara, PDI P 23.681.471 suara, Golkar 18.432.312 suara, Gerindra 14.760.371 suara, Demokrat 12.728.913 suara, PAN 9.481.621 suara, PPP 8.157.488 suara, dan Hanura 6.579.498 suara.
Berikut perolehan kursi 10 partai politik hasil Pileg 2014 dari 77 dapil yang memperebutkan 560 kursi:
1. PDI Perjuangan 109 kursi
2. Golkar 91 kursi
3. Gerindra 73 kursi
4. Demokrat 61 kursi
5. Partai Amanat Nasional 49 kursi
6. Partai Kebangkitan Bangsa 47 kursi
7. Partai Keadilan Sejahtera 40 kursi
8. Partai Persatuan Pembangunan 39 kursi
9. NasDem 35 kursi
10. Hanura 16 kursi. 
Total keseluruhan 560 kursi.
Bila dibandingkan dengan tahun 2009, maka perolehan kursi parpol di DPR ada mengalami penambahan dan penurunan. Berikut perbandingan naik-turunnya jumlah kursi parpol antara Pileg 2009 dengan 2014: 
1. Partai NasDem 35 kursi (belum menjadi peserta Pemilu 2009)
2. PKB dari 28 menjadi 47, bertambah 19 kursi
3. PKS dari 57 menjadi 40 kursi, berkurang 17 kursi
4. PDI Perjuangan dari 94 menjadi 109 kursi, bertambah 15 kursi
5. Partai Golkar dari 106 menjadi 91 kursi, turun 15 kursi
6. Partai Gerindra dari 26 menjadi 73, naik 47 kursi
7. Partai Demokrat, dari 148 menjadi 61 kursi, turun 87 kursi
8. PAN dari 46 menjadi 49, bertambah tiga kursi. 9. PPP dari 38 menjadi 39, naik 1 kursi.
10. Partai Hanura dari 17 menjadi 16, berkurang satu kursi.[pi]

Partai Aceh

15.36

Profil Parta Aceh Partai Aceh adalah salah satu partai politik lokal di provinsi Aceh, Indonesia. Partai ini ikut dalam Pemilihan Umum Legislatif Indonesia 2009 dan pemilihan anggota parlemen daerah Provinsi Aceh. Partai Aceh dahulu bernama Partai Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kemudian pernah berubah menjadi Partai Gerakan Aceh Mandiri. Dalam Pemilu 2009, Partai Aceh meraih suara mayoritas di Provinsi Aceh dengan menguasai 47% kursi yang tersedia.

Perang 30 tahun yang disusul oleh gempa bumi dan tsunami, Aceh mengalami banyak kesulitan pada masa itu dengan kehilangan segala-galanya. Semuanya dimulai dengan MOU Helsinki yang ditanda-tangani pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2005 atas nama Pemerintah Republik Indonesia Hamid Awaluddin Menteri Hukum dan HAM, dan juga atas nama Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka Malik Mahmud. Setelah MoU Helsinki ditandatangani, dengan serta merta keadaan aman dan damai terwujud di Aceh. Berdasarkan point 1.2.1 MoU Helsinki yaitu: “Sesegera mungkin tidak lebih dari satu tahun sejak penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah RI menyepakati dan akan memfasilitasi pembentukkan partai-partai politik yang berbasis di Aceh yang memenuhi persyaratan nasional”. Atas dasar inilah masyarakat Aceh tidak mau kehilangan masa depan mereka yang demokratis, adil dan bermartabat di bawah payung kepastian hukum dengan perumusan ekonomi yang memihak kepada rakyat Aceh secara khusus dan seluruh tanah air secara umum. Para pihak bertekat untuk menciptakan kondisi sehingga pemerintah rakyat Aceh dapat diwujudkan melalui suatu proses yang demokratis dan adil dalam negara kesatuan dan konstitusi Republik Indonesia. Untuk menjamin perdamaian yang hakiki dan bermartabat serta dapat membangun masa depan Aceh dan mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah melalui proses demokrasi dengan partai politik lokal berdasarkan perjanjian Memorendum of Understanding (MoU) Helsinki.
Pimpinan Politik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud memberikan surat mandat kepada Tgk Yahya Mu’ad, SH atau disebut juga Muhammad Yahya Mu’ad, SH untuk terbentuknya partai politik lokal (Partai GAM) pada tanggal 19 Februari 2007. Partai GAM berdiri dengan akta notaris H. Nasrullah, SH akta notaris 07 pada tanggal 07 Juni 2007 dengan pendaftaran Kanwilkum dan HAM dengan nomor : WI.UM. 08 06-01.
Kantor sekretariat pertama Dewan Pimpinan Aceh Partai GAM berada pada jalan Tgk. Imuem Lueng Bata No. 48 Banda Aceh. Walaupun secara undang-undang peraturan pemerintah secara masalah bintang bulan tidak bertentangan, pemerintah pusat melihat tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah. Bersamaan dengan itu, maka lahirlah Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2007 tentang lambang Partai yang seharusnya ada. Pada surat KANWILDEPKUM dan HAM Aceh menyatakan bahwa untuk Partai GAM harus ada kepanjangan atau akronim dan dipindahkan bulan bintang. Jika tidak diubah, maka tidak boleh diverifikasi untuk sah sebagai badan hukum oleh Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sebab itulah Partai GAM berubah dan mempunyai kepanjangan Partai Gerakan Aceh Mandiri (GAM), dan juga diverifikasikan oleh Kakanwil Hukum dan HAM pada tanggal 3 sampai dengan 24 April 2008. Kemudian atas dasar persyaratan nasional tertulis dalam poin 1.2.1 MoU Helsinki, dengan kebijakan Pemerintah agar tidak menggunakan nama GAM. Sebab itulah pihak Kanwilkum dan HAM menyurati Partai Gerakan Aceh Mandiri untuk merubah lagi namanya.
Pada tanggal 6 s/d 7 April 2008 diadakan rapat antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) serta CMI yang difasilitasi oleh IPI Interpeace di Jakarta. Kemudian pada tanggal 8 April 2008, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dengan Meuntroe Malik Mahmud membuat kepastian hukum untuk berdirinya Partai Aceh. Setelah itu rekrutmen calon legislatif dari Partai Aceh terus dilakukan dalam reformasi demokrasi di Aceh. Seterusnya Partai Aceh mengadakan kampanye dengan mengutamakan implementasi MoU Helsinki dan Pimpinan Partai Aceh tidak ada yang mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif. Dengan itu Partai Aceh berkomitmen untuk membangun Aceh secara khusus dan membangun Indonesia secara umum serta menjaga kesatuan dan persatuan seluruh tanah air.
Profil Partai Aceh
  • Ketua : Muzakir Manaf
  • Sekjen : Mukhlis Basyah
  • Bendahara : Hasanuddin Sabon
  • Nomor Urut: 13
  • Alamat Kantor DPP : Jl. Soekarno Hatta Nomor 5,6,7 Simpang Dodik Emperum Jaya Baru, Banda Aceh Telp : 0651 – 40750 Email : dpa_partaiaceh@yahoo.com Website : www.partaiaceh.com[pi]

Partai Demokrat

15.36

Profil Partai Demokrat Partai Demokrat didirikan atas inisiatif Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan dibantu oleh tim 9 yang beranggotakan 10 orang, yaitu Vence Rumangkang, Ahmad Mubarok, A. Yani Wachid, Subur Budhisantoso, Irzan Tanjung, Heroe Syswanto Ns, RF. Saragjh, Dardji Darmodihardjo, Rizald Max Rompas, dan T Rusli Ramli MS.
Pada 9 September 2001 partai ini didirikan dengan ideologi nasionalis religius dan berazaskan Pancasila. Selanjutnya, pada tanggal 10 September 2001, resmi didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI (sekarang Kementerian Hukum dan HAM). Kemudian pada tanggal 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menkeh dan HAM Nomor M.MU.06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat Keputusan tersebut Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia. Saat ini, Sekretariat DPP tersebut berlokasi di Jl. Kramat Raya No. 146 - Jakarta Pusat 10450.
Visi dari partai ini adalah mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia agar mencapai pencerahan dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur, menjunjung tinggi semangat Nasionalisme, Humanisme dan Internasionalisme, atas dasar ketakwaan kepada Tuhan yang maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis dan sejahtera. Sementara misi partai, antara lain, memperjuangkan tegaknya persamaan hak dan kewajiban Warganegara tanpa membedakan ras, agama, suku dan golongan dalam rangka menciptakan masyarakat sipil (civil society) yang kuat, otonomi daerah yang luas serta terwujudnya representasi kedaulatan rakyat pada struktur lebaga perwakilan dan permusyawaratan.
Selain itu, meneruskan perjuangan bangsa dengan semangat kebangsaan baru dalam melanjutkan dan merevisi strategi pembangunan Nasional sebagai tumpuan sejarah bahwa kehadiran partai Demokrat adalah melanjutkan perjuangan generasi-generasi sebelumnya yang telah aktif sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sejak melawan penjajah merebut Kemerdekaan, merumuskan Pancasila dan UUD 1945, mengisi kemerdekaan secara berkesinambungan hingga memasuki era reformasi. Beberapa tokoh dalam partai ini antara lain; Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri partai, Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum DPP, Max Sopacua  dan Jhony Allen Marbun masing-masing sebagai Wakil Ketua Umum. Sementara Edi Baskoro Yudhoyono yang merupakan anak kandung SBY sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Sebagai peserta pemenang Pemilu 2009, Demokrat berhasil merebut 148 kursi di DPR. Tentu saja jumlah ini sangat menentukan dalam pengambilan keputusan di rapat paripurna DPR. Sebagai pemenang Pemilu dan pemilik jumlah kursi terbanyak di DPR, Partai Demokrat juga mendapat kursi nomor satu di DPR yang diisi oleh Wakil Ketua Dewan Pembinanya yaitu Marzuki Alie.
Dewan Pembina
  • Ketua: Soesilo Bambang Yudhoyono
  • Wakil Ketua: Marzuki Alie
  • Sekretaris: Jero Wacik
Pimpinan Partai
  • Ketua Umum: SBY
  • Ketua Harian: Syarif Hasan
  • Wakil Ketua Umum I: Jhony Allen Marbun
  • Wakil Ketua Umum II: Max Sopacua
  • Sekretaris Jenderal: Edi Baskoro Yudhoyono
  • Bendahara Umum: Sartono Hutomo
Hasil Pemilu 2014
  • Perolehan Suara: 12.728.913 (10,19%)
  • Peringkat: 4
  • Jumlah Kursi DPR: 61 Kursi

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia PKPI

15.31

PKPI - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP INDONESIA) adalah kelanjutan dari Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) yang dideklarasikan pada tanggal 15 Januari 1999; yang kemudian berganti nama pada tahun 2002 karena ketentuan electoral threshold sesuai UU No. 3 Tahun 1999 jo UU No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum (Legislatif).
Partai ini lahir di awal masa reformasi, sebagai jawaban menghadapi krisis multi dimensi yang telah melemahkan sendi-sendi Persatuan dan Kesatuan bangsa. Diawali dengan membentuk Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB), yang dimotori oleh mantan Wakil Presiden Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Menhankam / Pangab Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat, Tatto S. Pradjamanggala, Ir. Siswono Yudhohusodo, Ir. Sarwono Kusumaatmaja, Hayono Isman, Letjen TNI (Purn) Suryadi, Ali Sadikin, Kemal Idris, Udju S. Dinata, Prof. Sri Edi Swasono, David Napitupulu, Bambang Warih Koesoema, KH. Said Aqil Siradj, Ki. H. Umar Mansyur, Dr. Meutia Hatta, John Pieris, Marah Halim Harahap, Anton J. Supit, EE Mangindaan, Freddy Numbery, Indra Bambang Utoyo, Pontjo Sutowo, beserta komponen bangsa lainnya, yang kemudian dibentuklah PKP pada tanggal 15 Januari 1999 untuk mengikuti Pemilu 5 April 1999. Dan kemudian menjadi PKP Indonesia pada tahun 2002.

Visi & Misi
Visi : PKP INDONESIA memandang bahwa kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara perlu senantiasa dikembangkan dengan mengacu pada dua hal pokok :
  • Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 serta Pancasila sebagai ideologi negara dan dasar negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yang dirinci sebagai berikut : Wawasan Kebangsaan yang senantiasa harus dipupuk dan ditumbuh-kembangkan untuk mewujudkan suatu tatanan masyarakat bangsa yang besar dan kokoh, nasional, bersatu-padu, beradab, berbudaya, dan tidak diskriminatif; Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga kedaulatan dan dikembangkan eksistensinya melalui pemerintahan yang bersih, jujur, adil, berkualitas, demokratis, berwibawa, kuat, taat pada konstitusi, hukum, serta bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN); Peri kehidupan rakyat yang bersatu dan bekerjasama, berkeadilan dan demokratis, berkesejahteraan sosial, berkarakter, beretika – bermoral - berakhlak mulia, memiliki etos kerja keras yang tinggi serta profesional.

  • Keadaan nyata masyarakat serta kecerdasan yang dicapai setelah tahun 1945, yang pada gilirannya juga menghasilkan tuntutan terhadap sesama bangsa dan negara. Kehidupan bangsa dan negara pada saat ini dan ke masa depan menyaratkan diperlukannya penegakan keadilan, persatuan, dan kesejahteraan sosial sebagai suatu kesatuan makna dan nafas perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Persatuan bangsa hanya dapat terpelihara dan semakin kokoh bila ada keadilan. Keadilan yang diperjuangkan perwujudannya haruslah memperkuat dan memperdalam makna persatuan.
Dengan demikian, maka visi PKP INDONESIA adalah terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berkeadilan, bersatu dan berkesejahteraan sosial dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.
Misi : Untuk mewujudkan visi tersebut, PKP INDONESIA mengemban misi sebagai berikut :
  • Mempertahankan kedaulatan dan eksistensi serta tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 sepanjang masa. Untuk itu PKP INDONESIA akan bekerjasama dengan segenap komponen bangsa dan lapisan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan, termasuk TNI dan POLRI.
  • Mewujudkan keadilan, kesejahteraan sosial dan hak-hak politik rakyat untuk mewujudkan peri-kehidupan yang adil, beradab, berbudaya dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
  • Memperkokoh persatuan yang nyata dalam tatanan masyarakat majemuk melalui peri kehidupan yang adil, setara, merata dan tidak diskriminatif.
  • Mewujudkan pemerintahan yang jujur, demokratis, efisien, efektif, bersih, tidak menyalahgunakan wewenang, berwibawa, kuat dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) agar mampu menyelenggarakan urusan negara dan kepentingan negara untuk melayani kepentingan masyarakat.
  • Mewujudkan masyarakat kewargaan (civil society) yang kuat, sehat, cerdas, professional, beradab (civilized society) dan bersih (clean society) melalui pembangunan kesehatan dan pendidikan serta penciptaan kesempatan kerja dalam rangka pengentasan kemiskinan.
  • Mewujudkan kehidupan bangsa dan negara yang bermartabat, sehingga dapat berperan dalam pergaulan dunia, dan dihormati, serta mampu bersaing dan berkembang dalam kompetisi ekonomi dan politik secara global.
Dengan demikian maka misi PKP INDONESIA adalah mewujudkan masyarakat kewargaan (civil society) yang berkeadilan, bersatu, berkesejahteraan sosial dalam mewujudkan pemerintahaan yang kuat, efektif, efisien, bersih, taat hukum, berwibawa di Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu bersaing serta dihormati dalam pergaulan dunia.
Nomor Urut: 15
Adapun susunan kepengurusan PKP INDONESIA adalah sebagai berikut :
  • Ketua Dewan Penasehat : Jend TNI (Purn) Try Sutrisno
  • Ketua Dewan Pakar : Prof. Dr Sri Edi Swasono
  • Pengurus Harian Dewan Pimpinan Nasional:
  • Ketua Umum: Letjen TNI (Purn) Sutiyoso
  • Sekretaris Jenderal: Lukman F. Mokoginta
  • Bendahara Umum: Linda Setiawati
Hasil Pemilu 2014
  • Perolehan Suara: 1.143.094 (0,91%)
  • Peringkat: 12
  • Jumlah Kursi DPR: 0 Kursi (Tidak Lolos Ambang Batas)

Partai Bulan Bintang PBB

15.30

Profil PBB - Partai Bulan Bintang (PBB) adalah salah satu partai politik di Indonesia yang berasaskan Islam. Partai ini berdiri sejak tanggal 17 Juli 1998 i Jakarta dan dideklarasikan pada hari Jumat tanggal 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar Kemayoran Baru Jakarta dan pernah mengikuti pemilu sebanyak tiga kali yaitu di tahun 1999, 2004, dan 2009. Selama pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mempu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI sedangkan pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR. Pada Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, PBB memperoleh suara sekitar 1,8 juta yang setara dengan 1,7% dan dengan system parliamentary threshold 2,5% .
Partai ini pernah dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra yang pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada periode 21 Oktober 2004-8 Mei 2007. Kini, partai ini diketuai oleh M.S. Kaban yang menjabat menjadi Menteri Kehutanan RI yang ke-9 hingga kini.
Berdirinya partai ini didukung oleh ormas-ormas Islam tingkat Nasional yaitu Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Koordinasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), Forum Silaturahmi Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat (FSUHTM), Persatuan Islam (PERSIS), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Umat Islam (PUI), Perti, Al-Irsyad, Komite untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), dan banyak lagi.
Visi dari partai politik ini adalah terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang Islami dengan misinya untuk membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang maju, mandiri berkepribadian tinggi, cerdas, berkeadilan, demokratis dan turut menciptakan perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam. Partai Bulan Bintang (PBB) adalah sebuah partai politik Indonesia yang berasaskan Islam dan didirikan pada 17 Juli 1998. PBB telah mengikuti pemilu sebanyak tiga kali yaitu pada Pemilu 1999, 2004 dan Pemilu tahun 2009. Partai ini kemudian diloloskan KPU sebagai peserta pemilu 2014 dan mendapat nomor urut 14.
  • Ketua: M.S. Kaban
  • Sekretaris Jenderal: BM Wibowo Hardiwardoyo
  • Didirikan: 17 Juli 1998
  • Kantor pusat:Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Hasil Pemilu 2014
  • Perolehan Suara: 1.825.750 (1,46%)
  • Peringkat: 11
  • Jumlah Kursi DPR: 0 Kursi (Tidak Lolos Ambang Batas)

Partai Damai Aceh PDA

15.24

Profil Partai Damai Aceh PDA - Partai Damai Aceh (PDA) merupakan Partai Lokal di Propinsi Aceh, Partai Damai Aceh (PDA) merupakan satu dari tiga partai yang lolos untuk mengikuti pemilu legislatif 2014. Dan pada tahun ini pencabutan nomor disamakan antara Partai politik tingkat nasional dan tingkat Daerah. Hal ini tentu ada rasa kebersamaan yang dimunculkan oleh KPU. Sebelumnya Partai Damai Aceh (PDA) menyerahkan berkas pendaftaran sebagai peserta pemilu 2012 ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Selasa 4 September 2012. sebagaimana diberitakan dalam media berita online Aceh post. Penyerahan berkas partai lokal itu dilakukan oleh Ketua Umum PDA Teungku Muhibussabri AW, Sekjen PDA Teungku Khaidir, Ketua I Sophan Sofyan, Waled Seulimeum dan semua pengurus Dewan Pimpinan Wilayah. Para pengurus PDA ini diterima Ketua KIP Aceh Abdul Salam Poroh dan jajarannya.
Sofyan kepada The Atjeh Post, Senin kemarin, 3 September 2012, mengatakan Partai Damai Aceh sebenarnya bukan partai lokal baru. Partai ini cikal bakal dari Partai Daulat Aceh. Karena Partai Daulat Aceh tidak mencapai perolehan suara batas minimal untuk bisa mengikuti pemilu berikutnya, sehingga Partai Daulat Aceh di ganti nama menjadi Partai Damai Aceh. "Hanya ada beberapa perubahan dalam anggaran dasar Partai Damai Aceh sekarang. Kita tetap partai ulama, visi dan misi juga tidak jauh berbeda dari sebelumnya," ujar Sofyan.[pi]

Partai Nasional Aceh PNA

15.20

Partai Nasional Aceh PNA - Partai Nasional Aceh (PNA) adalah salah satu partai lokal Aceh yang dibentuk oleh Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Ide dasar lahirnya PNA, dilakukan melalui penjajakan yang mereka gelar dalam sebuah musyawarah besar dengan pendukungnya yang mewakili semua kabupaten dan kota di Aceh. Dalam musyawarah itu juga Muksalmina mengatakan mereka secara bersama-sama menyusun Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.
Pada saat pendaftaran itu, Irwandi Yusuf sendiri tidak hadir.Mereka yang datang ke Kanwil Depkumham Aceh untuk menyerahkan dokumen peRsyaratan pendirian partai antara lain, Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina (Mantan Panglima GAM Aceh Rayeuk),Muharram Idris (mantan Ketua KPA Aceh Rayeuk), Ligadinsyah (mantan juru bicara Partai Aceh/mantan Panglima GAM Linge) Amni bin Ahmad Marzuki (mantan juru runding GAM), Tarmizi, Lukman Age dan Thamren Ananda (mantan Sekjen Partai Rakyat Aceh).Proses pendaftaran ditandai dengan penyerahan dokumen kelengkapan persyaratan yang dilakukan oleh Mukhsalmina (mantan panglima GAM Aceh Rayeuk) dan diterima oleh Kepala Divisi Administrasi pada Kanwail Depkumham Aceh, Syamsul Bahri.
Adapun susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh adalah, Ketua Umum dijabat oleh Irwansyah, Sekjen dijabat oleh Mukhsalmina, Wakil Sekjen, Ligadinsyah, Bendahara Umum, Lukman Age dan Wakil Bendaha Umum dijabat oleh Amni Ahmad Marzuki.Dalam kesempatan itu, Mukhsalmina menegaskan bahwa ide awal pembentukan partai yang mereka motori tersebut adalah sebagai pembaharuan untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang bermartabat. “Partai ini adalah wadah pemersatu seluruh masyarakat Aceh dimanapun dia berada,” ujarnya, usai melakukan pendaftaran sebagaimana dimuat dalam Acehpost.com
Pihaknya pun menegaskan bahwa PNA adalah Partai untuk menampung aspirasi masyarakat yang ingin berpolitik praktis. Pengurus maupun pendiri partai ini tidak hanya dari mantan GAM, tetapi juga masyarakat lainnya, baik di Aceh maupun luar Aceh,” dan partai terbuka dan mengedepankan proses – proses demokrasi, partai akan dibangun dengan sistem musyawarah dengan mekanisme kongres.”Kita ingin nasionalkan partai ini dan bukan hanya milik orang Aceh yang ada di Aceh saja, orang Aceh yang ada diluar akan kita ajak juga untuk bersama – sama membangun Aceh,” sebutnya.
Partai Nasional Aceh berlambang sebuah bintang putih besar yang dilingkari dua untaian padi di sisi kiri dan kanan. Masing-masing untaian padi terdiri dari 17 butir. Di atasnya juga ada lima buah bintang kecil warna putih.
“17 padi merupakan 17 wilayah GAM dan KPA. Sedangkan bintang besar itu melambangkan sebuah tumpuan harapan bagi rakyat Aceh yang bisa menerangi rakyat Aceh. Warna orange kita pilih sesuai warna vitamin karena masyarakat Aceh masih membutuhkan vitamin,” kata Ketua Umum Partai Nasional Aceh Irwansyah yang akrab disapa Muksalmina dalam konferensi pers di Aula Kantor Kanwil Hukum dan HAM Aceh, Selasa (24/4) melalui acehkita.com
Pengurus Partai Nasional Aceh adalah sebagai berikut :
  • Ketua Umum : Irwansyah (Tgk. Muksalmina)
  • Sekretaris Jenderal : Muharam Idris
  • Wakil Sekretaris Jenderal : Ligadinsyah
  • Bendahara DPP : Lukman AG

Caleg Nasdem DPR Pusat Sulsel 1

15.14

Caleg Nasdem DPR Pusat Sulsel 1 Sahabat Voters pada kesempatan kali ini Pemilihan Info akan share artikel mengenai Daftar calon Tetap Anggota Legislatif DPR Pusat Partai Nasional Demokrat atau NASDEM, pada pemilihan Umum 2014 Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan 1 atau Dapil Sulsel
  • Mubil Handaling.
  • Dian Ekawati.
  • Zainal Tahir.
  • DR.R.Sudirman,SE.M.Si
  •  Zachbidin Jis Habie.
  • Purdiantiwati.
  • Abd.Rahman Sappara
  • dr.Nurhasanah Palinrungi.
Demikianlah artikel mengenai Daftar Calon Tetap DCT Partai Nasdem Caleg  DPR Pusat pada pemilu 2014, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[pi]

Isi Lengkap Pidato Kemenangan Jokowi Presiden 2014

00.11

Isi Lengkap Pidato Kemenangan Jokowi Presiden 2014 Sebagaimana lazimnya dalam sebuah pemilihan Presiden, maka Joko Widodo Yang ditetapkan sebagai Presiden Terpilih oleh KPU, maka Joko Widodo mengucapkan Victory Speech atau Pidato kemenangan. Yang unik adalah Pidato Kemenangan Jokowi – JK di laksanakan di atas Perahu Pinisi (Perahu Tradsiional Bugis – Makssar ) di pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta.
Berikut ini Transkrip lengkap Pidato Kemenangan Jokowi 22 Juli 2014:
“SAATNYA BERGERAK BERSAMA”
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan kami berdua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih 2014 - 2019.
Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada bapak Prabowo Subianto dan bapak Hatta Rajasa yang telah menjadi sahabat dalam kompetisi politik untuk mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perbedaan pilihan politik seakan menjadi alasan untuk memisahkan kita. Padahal kita pahami bersama, bukan saja keragaman dan perbedaan adalah hal yang pasti ada dalam demokrasi, tapi juga bahwa hubungan-hubungan pada level masyarakat adalah tetap menjadi fondasi dari Indonesia yang satu.
Dengan kerendahan hati kami, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menyerukan kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk kembali ke takdir sejarahnya sebagai bangsa yang bersatu; bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Pulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, tetangga dengan tetangga, serta teman dengan teman yang sempat renggang.
Kita bersama sama bertanggung-jawab untuk kembali membuktikan kepada diri kita, kepada bangsa-bangsa lain, dan terutama kepada anak-cucu kita, bahwa politik itu penuh keriangan; politik itu di dalamnya ada kegembiraan; politik itu ada kebajikan; politik itu adalah suatu pembebasan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Pemilihan Umum Presiden kali ini memunculkan optimisme baru bagi kita, bagi bangsa ini. Jiwa merdeka dan tanggung jawab politik bermekaran dalam jiwa generasi baru. Kesukarelaan yang telah lama terasa mati suri kini hadir kembali dengan semangat baru. Pemilihan Umum Presiden telah membawa politik ke sebuah fase baru bukan lagi sebagai sebuah peristiwa politik semata-mata, tetapi peristiwa kebudayaan. Apa yang ditunjukkan para relawan, mulai dari pekerja budaya dan seniman, sampai pengayuh becak, memberikan harapan bahwa ada semangat kegotong-royongan, yang tak pernah mati.
Semangat gotong royong itulah yang akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik  masa depan.
Saya hakkul yakin bahwa perjuangan mencapai Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang berdikari dan Indonesia yang berkepribadian, hanya akan dapat tercapai dan terwujud apabila kita bergerak bersama.
INILAH SAATNYA BERGERAK BERSAMA!
Mulai sekarang, petani kembali ke sawah.
Nelayan kembali melaut
Anak kembali ke sekolah.
Pedagang kembali ke pasar.
Buruh kembali ke pabrik.
Karyawan kembali bekerja di kantor.
Lupakanlah nomor 1 dan lupakanlah nomor 2, marilah kembali ke Indonesia Raya.
Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kuat!
Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya
Merdeka!!!  Merdeka!!!  Merdeka!!!
Joko Widodo – Jusuf Kalla
22 Juli 2014

Hasil Pemilu Presiden 2014 Secara Resmi / KPU

00.11

Hasil Pemilu Presiden 2014 secara Resmi / KPU – Sahabat Voters, pada kesempatan kali ini Pemilihan Info akan share informasi mengenai hasil pemilu Presiden dan wakil Presiden yang telah dilaksanakan tanggal 9 Juli 2014 lalu. KPU selaku penyelenggara Pilpres pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2014 akan mengumumkan secara resmi siapa yang berhasil memenangkan Pemilihan umum Presiden / Wakil Presiden Periode 2014 – 2019.
Berikut ini Rekapitulasi suara Pilpres 2014 per provinsi (Source: news.detik.com):
1. Provinsi Kalimantan Barat
Prabowo - Hatta1.032.354
Jokowi - JK1.573.046
2. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Prabowo - Hatta1.844.178
Jokowi - JK701.238
3. Provinsi Aceh
Prabowo - Hatta1.089.290
Jokowi - JK913.309
4. Provinsi Sumatera Selatan
Prabowo - Hatta2.132.163
Jokowi - JK2.027.049
5. Provinsi Kalimantan Selatan
Prabowo - Hatta941.809
Jokowi - JK939.748
6. Provinsi Kepulauan Riau
Prabowo - Hatta332.908
Jokowi - JK491.819
7. Provinsi Jambi
Prabowo - Hatta871.316
Jokowi - JK897.787
8. Provinsi Bangka Belitung
Prabowo - Hatta200.706
Jokowi - JK412.359
9. Provinsi DI Yogyakarta
Prabowo - Hatta977.342
Jokowi - JK1.234.249
10. Provinsi Bengkulu
Prabowo - Hatta433.173
Jokowi - JK523.669
11. Provinsi Sulawesi Barat
Prabowo - Hatta165.494
Jokowi - JK456.021
12. Provinsi Kalimantan Tengah
Prabowo - Hatta468.277
Jokowi - JK696.199
13. Provinsi Sulawesi Tenggara
Prabowo - Hatta511.134
Jokowi - JK622.217
14. Provinsi Gorontalo
Prabowo - Hatta378.735
Jokowi - JK221.497
15. Provinsi Sumatera Barat
Prabowo - Hatta1.797.505
Jokowi - JK539.308
16. Provinsi Bali
Prabowo - Hatta614.241
Jokowi - JK1.535.110
17. Provinsi Riau
Prabowo - Hatta1.349.338
Jokowi - JK1.342.817
18. Provinsi Maluku
Prabowo - Hatta433.981
Jokowi - JK443.040
19. Provinsi Sulawesi Tengah
Prabowo - Hatta632.009
Jokowi - JK767.151
20. Provinsi Jawa Tengah
Prabowo - Hatta6.485.720
Jokowi - JK12.959.540
21. Provinsi Jawa Barat
Prabowo - Hatta14.167.381
Jokowi - JK9.530.315
22. Provinsi Lampung
Prabowo - Hatta2.033.924
Jokowi - JK2.299.889
23. Provinsi Sulawesi Utara
Prabowo - Hatta620.095
Jokowi - JK724.553
24. Provinsi Kalimantan Timur /Kalimanatan Utara
Prabowo - Hatta687.734
Jokowi - JK1.190.156
25. Provinsi Papua Barat
Prabowo - Hatta172.528
Jokowi - JK360.379
26. Provinsi Banten
Prabowo - Hatta3.192.671
Jokowi - JK2.398.631
27. Provinsi Nusa Tenggara Timur
Prabowo - Hatta769.391
Jokowi - JK1.488.076
28. Provinsi Sulawesi Selatan
Prabowo - Hatta1.214.857
Jokowi - JK3.037.026
29. Provinsi Papua
Prabowo - Hatta769.132
Jokowi - JK2.026.735
30. Provinsi Jawa Timur
Prabowo - Hatta10.277.088
Jokowi - JK11.669.313
31. Provinsi Sumatera Utara
Prabowo - Hatta2.831.514
Jokowi - JK3.494.835
32. Provinsi DKI Jakarta
Prabowo - Hatta2.528.064
Jokowi - JK2.859.894
33. Provinsi Maluku Utara
Prabowo - Hatta306.792
Jokowi - JK256.601
Luar Negeri
Prabowo - Hatta313.600
Jokowi - JK364.257
Secara Nasional
Prabowo - Hatta62.576.444 (45,85%)
Jokowi - JK70.997.837 (53,15%)
Demikianlah artikel mengenai Hasil Resmi Pemilihan Presiden versi resmi atau Versi KPU, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[pi]

Hasil Hitung Cepat Pilpres 2014

00.06

Hasil Hitung Cepat Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 – Sahabat Voters, Pemilihan Info sebagai media informasi Politik akan mengupdate hasil hitung cepat pemilihan Presiden dan wakil presiden pada hari rabu 9 Juli 2014 mendatang. Perlu dipertegas disini, bahwa Pemilihan info merupakan media yang netral senetral-netralnya karena tidak berafiliasi baik kepada pasangan nomor 1 maupun kepada pasangan nomor urut 2. Pada prinsipnya Pemilihan Info mendukung dengan sepenuh hati siapapun yang akan menjadi Presdien ke-7 kita, karena pada dasarnya Baik Prabowo – Hatta Maupun Jokowi – JK merupakan putera – putra terbaik bangsa ini yang akan membawa Indonesia Kepada Tujuan sebenarnya sesuai yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Jadwal Pemilu Presiden 2014
  • 16 Januari – 05 April 2014 Pelaksanaan Kampanye.
  • 06-08 April 2014 Masa Tenang
  • 09 April 2014 Pemungutan dan Penghitungan Suara (Pemilu Legislatif).
  • 26 April – 06 Mei 2014 Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Tingkat Nasional.
  • 07-09 Mei 2014 Penetepan Hasil Pemilu Secara Nasional dan Penetapan Partai Politik Memenuhi Ambang Batas (PT 3%).
  • 11-18 Mei 2014 Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Tingkat Nasional s/d Kabupaten/Kota.
  • Juni-September 2014 Peresmian Keanggotaan DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
  • 09 Juli 2014 Pemungutan dan Perhitungan Suara Pilpres (Pemilu Presiden)
  • Juli-Oktober 2014 Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota Terpilih DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Quick Count Hasil Pemilu Presiden 2014
Hasil Hitung Cepat Pilpres 2014 Berbagai Lembaga Survei
LSI
  • Prabowo-Hatta: 47,20%
  • Jokowi-JK: 52,80%
CSIS
  • Prabowo-Hatta: 48,10%
  • Jokowi-JK: 51,90%
RRI
  • Prabowo-Hatta: 47,60%
  • Jokowi-JK: 52,42%
KOMPAS
  • Prabowo-Hatta: 47,88%
  • Jokowi-JK: 52,12%
LSN
  • Prabowo-Hatta: 50,19%
  • Jokowi-JK: 49,81%
PUSKAPTIS
  • Prabowo-Hatta: 52,07%
  • Jokowi-JK: 47,93%
LSN (LEMBAGA SURVEI NASIONAL)
  • Prabowo-Hatta: 50,53%
  • Jokowi-JK: 49,65%
Pemilihan Info akan mengupdate hasil hitung cepat dari berbagai lembaga yang kredibel, jadi yang ingin mengetahui hasil Qc capres 2014 atau hasil Quick Count Pemilu Presiden dan wakil presiden, tunggu saja updatenya di Pemilihan Info.
Demikianlah artikel mengenai Hasil Pemilu Presiden 9 Juli 2014, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[pi]

Susunan Pimpinan DPR RI Periode 2014 – 2019

00.03

Susunan Pimpinan DPR RI Periode 2014 – 2019 Sahabat Voter pada kesempatan klai ini Pemilihan Info akan share artikel mengenai susunan lengkap pimpinan DPR periode tahun 2014 – 2019.

Ketua DPR
  • Setya Novanto (Fraksi Partai Golkar)
Wakil Ketua
  • Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra)
  • Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat)
  • Fahri Hamzah (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera)
  • Taufik Kurniawan (Fraksi Partai Amanat Nasional)
Penetapan Paket itu pun tanpa hambatan dan langsung disetujui dalam sidang paripurna penetapan pimpinan DPR yang berlangsung dari Rabu (1/9/2014) malam hingga Kamis (2/9/2014) dini hari. Pasalnya, semua partai koalisi merah putih dan partai demokrat kompak mengajukan lima nama itu dalam paket.  Langsung saja pimpinan sidang Popong Otje Djunjunan mensahkan kelima nama tersebut. Tok! . Koalisi Jokowi-JK yang sudah gagal mengajukan paket sebelumnya memutuskan untuk walkout.[pi]

Daerah Istimewa Yogyakarta

23.52

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.
Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami beberapa bencana alam besar termasuk bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada medio Oktober-November 2010.
Pemerintahan di Yogyakarta
Yang menjadi Gubernur Yogyakarta adalah Yang mernjabat sebagai Sultan Yogya, dan yang menjadi wagub Yogya adalah Adipati Paku Alam
  • Gubernur: Sri Sultan HB Ke-10
  • Wagub:  Adipati Pakualam Ke-9
Pembagian Wilayah Yogyakarta
Kabupaten dan Kota yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta juga merupakan metamorfosis dari Kabupaten-kabupaten Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman. Kabupaten-kabupaten tersebut merupakan kabupaten administratif tanpa ada perwakilan rakyat. Kabupaten Kota tersebut adalah:
  1. Kota Yogyakarta dengan walikotanya Haryadi Suyuti
  2. Kabupaten Kota Kasultanan dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,
  3. Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,
  4. Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,
  5. Kabupaten Kulonprogo yang beribukota di Sentolo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.
  6. Kabupaten Kota Pakualaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,
  7. Kabupaten Adikarto yang beribukota di Wates, dengan bupatinya KRT Suryaningprang.

Sulawesi Utara

23.21

Sulawesi Utara - Provinsi Sulawesi Utara terletak di ujung utara Pulau Sulawesi dengan Ibu kota terletak di kota Manado. Provinsi ini di sebelah selatan berbatasan dengan provinsi Gorontalo yang merupakan hasil pemekaran wilayah dari provinsi Sulawesi Utara. Sementara kepulauan Sangihe dan Talaud merupakan bagian utara dari provinsi ini merupakan berbatasan dengan Davao del Sur di negara Filipina. Jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2010 sebanyak kurang lebih 2.270.596 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,28 persen/tahun. Hampir 45% penduduk tinggal di perkotaan, dan sisanya sebesar 55% tinggal di pedesaan. Angka partisipasi sekolah untuk tingkat sekolah dasar lumayan tinggi sebesar 96,10% sehingga penduduk yg tidak menikmati bangku sekolah dasar hanya kurang dari 5%.
Pemerintahan di Sulut
Saat ini yang menjabat sebagai gubernur dan wagub Sulawesi utara periode 2010 - 2015 adalah:
  • Gubernur: Drs. Sinyo Harry Sarundajang
  • Wagub: Drs. Djouhari Kansil, M.Pd
Pembagian Wilayah Provinsi Sulawesi Utara
Berikut kabupaten Kota berserta pemimpinnnya yang tergabung dalam wilayah administratif provinsi Sulawesi Utara:
  1. Kabupaten Bolaang Mongondow
  2. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
  3. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
  4. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara: Drs. Hi. Depri Pontoh - Suriansyah Korompot, SH (2013-2018)
  5. Kabupaten Kepulauan Sangihe
  6. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
  7. Kabupaten Kepulauan Talaud
  8. Kabupaten Minahasa
  9. Kabupaten Minahasa Selatan
  10. Kabupaten Minahasa Tenggara
  11. Kabupaten Minahasa Utara
  12. Kota Bitung
  13. Kota Kotamobagu
  14. Kota Manado
  15. Kota Tomohon  
 

© Copyright Portal Berita Politik 2015 | Design by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.